Sabtu, 10 September 2011

22 KELOMPOK TANI MENERIMA BANTUAN BIBIT JAGUNG

Bantuan ini diberikan oleh Gubernur Sulawesi Barat, H. Anwar Adnan Saleh pada saat menghadiri acara Halal Bi Halal dan silaturrahim di Kecamatan Sampaga, yang didampingi Bupati Mamuju, H. Suhardi Duka, dan Ketua DPRD Mamuju, Sugiyanto. Selasa, 7 September 2011.

Pemberian bantuan ini diharapkan nantinya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Sesuai dengan komitmen Pemerintah untuk membangun Sulbar, antara lain membuat dekat hubungan rakyat dengan Pemerintah, mengejar ketertinggalan dari provinsi induk sebelumnya yaitu Sulawesi Selatan, mengangkat kesetaraan dengan daerah lain agar tidak terisolir, serta meningkatkan pelayanan Pemerintah.


Dalam sambutannya, Gubernur juga mengungkapkan beberapa keberhasilan yang telah dicapai oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat selama kurun waktu 4,5 tahun masa kepemimpinannya di Sulbar atau selama 6 tahun sejak berdirinya provinsi Sulawesi Barat. Diantaranya pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat yaitu 15,1% tertinggi se Indonesia, pengurangan angka kemiskinan dari 27% menjadi 13,5%, keberhasilan Gerakan Nasional Kakao (Gernas Kakao)  memperoleh tambahan anggaran dari pemerintah pusat sebesar 525 miliar, dan oleh menteri keuangan, Gernas Kakao  diperpanjang hingga 2014.

Disamping itu pula arus barang yang terjadi telah mengalami peningkatan yang cukup signifikan, dimana bahan pokok mengalir dari dan ke Sulawesi barat. Pembangunan bandara juga telah rampung dimana awalnya pemerintah pusat melalui departemen perhubungan yang memprediksi bahwa 20 tahun ke depan Sulawesi barat baru akan memiliki bandara dan itu dipangkas menjadi hanya 4 tahun untuk mendirikan bandara Tampapadang dan ini telah dinikmati oleh warga Sulawesi barat khususnya Mamuju. “Ini semua tentu tidak lain karena  antara pemerintah dan rakyat bersinergi satu sama lain” ujarnya.
“Peningkatan pertumbuhan ekonomi rakyat juga menjadi pertimbangan pemerintah provinsi dimana menargetkan suplai hasil pertanian dapat dibawa ke daerah-daerah lain yang bisa menjadi sumber pendapatan petani Sulawesi barat. Ini semua tentu menjadi komitmen antara pemerintah dan rakyat” tambahnya.
Semangat untuk maju. Dan itulah modal seorang pemimpin dalam membangun daerahnya. Bukan hanya janji. Sulbar tidak didesain untuk sebuah etnis atau kepentingan melainkan untuk semua kalangan, adil untuk semua, tanpa melihat suku, agama, ataupun golongan.

Jumat, 26 Februari 2010

455 SANTRI, SANTRIWATI IKUTI KHATAMUL QUR’AN



Pelaksanaan khatamul qur’an yang diikuti 455 santri dan santriwati bertempat di kecamatan Pangale Kabupaten Mamuju berlangsung meriah, kegiatan yang religious ini dihadiri langsung oleh Gubernur Sulawesi barat, H Anwar Adnan Saleh didampingi Kakanwil Kementerian Agama Sulawesi Barat, H. Sahabuddin Kasim, Bupati Mamuju H.Suhardi Duka, ketua DPRD Kabupaten Mamuju, Sugianto.
Gubernur Sulawesi Barat H Anwar Adnan Saleh dalam arahannya mengatakan kegiatan seperti ini sangat memiliki arti penting dalam mendorong dan memotivasi para anak-anak kita untuk lebih memahami dan dapat mendalami alqur’an, sekaligus meningkatkan sumber daya manusia.
Lanjut dikatakan, dalam membangun provinsi Sulawesi Barat yang masih tergolong belia ini, tidaklah cukup dengan mengandalkan hanya sumber daya alam yang cukup melimpah, tetapi harus dibarengi dengan sumber daya manusia terlebih lagi Sulbar menuju malaqbi, hal ini sangat dibutuhkan pemahaman yang luas dalam arti malaqbi,sehingga sikap dan perilaku Pemerintah dan Masyarakat Sulbar dapat berperilaku malaqbi. Sulbar tidak akan dapat dibangun dengan menebar perbedaan tetapi sulbar dapat dibangun tentunya dengan mengedepankan kebersamaan. “yang pada akhirnya akan dapat mengangkat peningkatan kesejahteraan Rakyat”, pungkasnya.
Dikatakannya, bahwa Kecamatan Pangale memiliki Sumber Daya Alam yang begitu potensial seperti kandungan minyak bumi dan gas yang dapat menjadi dambaan dunia, namun semua itu memerlukan Sumber Daya Manusia dalam mengelola Sumber Daya Alam itu. Tandasnya.
Selain itu,Gubernur H Anwar Adnan Saleh juga mengakui bahwa dalam periode sebelumnya masih banyak yang belum dilakukan, harapan-harapan rakyat yang belum dilaksanakan karena itu beliau bertekad menyelesaikan, memperbaiki, melanjutkan apa yang belum terealisasi selama 5 tahun periode sebelumnya. “sepenuhnya diserahkan kepada rakyat yang memiliki hak memilih dan menjadi harapan serta permohonan beliau kepada Allah SWT” ujarnya. Beliau juga memohon dukungan dan kerjasama dari masyarakat. Komitmen untuk meneruskan dan memperbaiki apa yang telah dikerjakan.