Bantuan ini diberikan oleh Gubernur Sulawesi Barat, H. Anwar Adnan Saleh pada saat menghadiri acara Halal Bi Halal dan silaturrahim di Kecamatan Sampaga, yang didampingi Bupati Mamuju, H. Suhardi Duka, dan Ketua DPRD Mamuju, Sugiyanto. Selasa, 7 September 2011.
Pemberian bantuan ini diharapkan nantinya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Sesuai dengan komitmen Pemerintah untuk membangun Sulbar, antara lain membuat dekat hubungan rakyat dengan Pemerintah, mengejar ketertinggalan dari provinsi induk sebelumnya yaitu Sulawesi Selatan, mengangkat kesetaraan dengan daerah lain agar tidak terisolir, serta meningkatkan pelayanan Pemerintah.
Dalam sambutannya, Gubernur juga mengungkapkan beberapa keberhasilan yang telah dicapai oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat selama kurun waktu 4,5 tahun masa kepemimpinannya di Sulbar atau selama 6 tahun sejak berdirinya provinsi Sulawesi Barat. Diantaranya pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat yaitu 15,1% tertinggi se Indonesia, pengurangan angka kemiskinan dari 27% menjadi 13,5%, keberhasilan Gerakan Nasional Kakao (Gernas Kakao) memperoleh tambahan anggaran dari pemerintah pusat sebesar 525 miliar, dan oleh menteri keuangan, Gernas Kakao diperpanjang hingga 2014.
Disamping itu pula arus barang yang terjadi telah mengalami peningkatan yang cukup signifikan, dimana bahan pokok mengalir dari dan ke Sulawesi barat. Pembangunan bandara juga telah rampung dimana awalnya pemerintah pusat melalui departemen perhubungan yang memprediksi bahwa 20 tahun ke depan Sulawesi barat baru akan memiliki bandara dan itu dipangkas menjadi hanya 4 tahun untuk mendirikan bandara Tampapadang dan ini telah dinikmati oleh warga Sulawesi barat khususnya Mamuju. “Ini semua tentu tidak lain karena antara pemerintah dan rakyat bersinergi satu sama lain” ujarnya.
“Peningkatan pertumbuhan ekonomi rakyat juga menjadi pertimbangan pemerintah provinsi dimana menargetkan suplai hasil pertanian dapat dibawa ke daerah-daerah lain yang bisa menjadi sumber pendapatan petani Sulawesi barat. Ini semua tentu menjadi komitmen antara pemerintah dan rakyat” tambahnya.
Semangat untuk maju. Dan itulah modal seorang pemimpin dalam membangun daerahnya. Bukan hanya janji. Sulbar tidak didesain untuk sebuah etnis atau kepentingan melainkan untuk semua kalangan, adil untuk semua, tanpa melihat suku, agama, ataupun golongan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar